Selasa, 30 Julai 2013

12 di sungai tenggi - Google Blog Search

12 di sungai tenggi - Google Blog Search


Gelombang <b>Tinggi di Sungai</b> Tewaskan Dua Petani - Banjarmasin <b>...</b>

Posted: 30 Jul 2013 01:51 AM PDT

BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMPIT - Dua petani di Desa Kandan Kecamatan Kotabesi Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah ditemukan tewas setelah kelotok atau perahu kecil yang mereka tumpangi menuju kebun terbalik dan tenggelam di Sungai Mentaya, Senin(29/7).

Dua korban tersebut adalah Essau (55) dan Sitam (60). Mereka menyeberang hendak ke kebun mereka menggunakan sampan kecil, tiba-tiba diterjang gelombang lalu tenggelam. Jenazah kedua korban sudah ditemukan, kata Camat Kotabesi, Syamsurizal, Selasa.

Essau dan Sitam merupakan warga RT 02 RW 01 Desa Kandan. Dua petani ini memang sudah terbiasa berangkat ke kebun di seberang desa mereka menggunakan sampan kecil tak bermesin.

Nahas dialami kedua korban, saat itu cuaca di kawasan itu kurang bagus. Tiba-tiba muncul gelombang cukup tinggi yang diperkirakan terjadi akibat angin kencang saat itu, yang kemudian mengantam sampan mereka hingga terbalik.

Dua lanjut usia ini tak kuasa menyelamatkan diri dari insiden yang terjadi begitu cepat tersebut. Mereka langsung tenggelam bersama sampan kecil yang mereka naiki hilang di Sungai Mentaya yang lebarnya ratusan meter.

Warga yang mengetahui kejadian itu langsung melakukan pencarian dibantu kepolisian dan Tim SAR. Upaya pencarian cukup memakan waktu karena luasnya sungai dan arus yang cukup deras.

Setelah dilakukan pencarian, kedua korban akhirnya ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Kedua korban ditemukan pada waktu berbeda di lokasi yang tidak terlalu jauh dari tempat kejadian.

"Korban pertama bernama Essau ditemukan sekitar pukul 15.00 WIB, sedangkan korban kedua yaitu Sitam ditemukan sekitar pukul 18.00 WIB. Saat ini jenazah sudah berada di rumah keluarga masing-masing, kemungkinan besok dimakamkan," tandas Syamsurizal.

Terpisah, Kapolsek Kotabesi, Iptu Donny DH, membenarkan kejadian yang memakan dua korban jiwa tersebut. Kejadian ini diakibatkan kecelakaan yang dipicu gelombang tinggi di sungai.

"Kedua korban tenggelam setelah sampan kecil tak bermesin yang mereka tumpangi terkena gelombang pasang lalu tenggelam. Korban sudah ditemukan," ujarnya.

Tiada ulasan:

Catat Komen

ads