Ahad, 11 September 2011

12 di jeram - Google Blog Search

12 di jeram - Google Blog Search


Serunya Berwisata Arung <b>Jeram Di</b> Sungai Citarik | maminxblog

Posted: 15 Sep 2010 09:38 AM PDT

foto dulu ah..

Mumet dengan kerjaan kantor, teman-teman semasa kuliah berinisiatif lah untuk jalan-jalan. Polling dibuat, banyak ide, banyak masukan, makin pusing buat sang Event Organizer, Andri Mardiana dalam menentukan tempat wisata yang pas. Maklum biasanya makin lama atau makin banyak ide seringkali makin nggak jelas kepastian acara travellingnya, yang seringkali berakhir pada keputusan nggak jadi jalan-jalan, huuu :P . Jadi dengan ketegasan sang EO, diputuskanlah wisata yang cocok buat melepas penat, yuu wisata arung jeram Arus Liar, here we come !!.

Salah satu sungai yang sering digunakan untuk berarung jeram tersebut ialah sungai citarik. Sungai ini menyimpan keindahan yang luar biasa. Kolaborasi antara tebing yang gagah menjulang, pepohonan di pinggir sungai, arus yang bergelombang, dan "mulusnya" bebatuan, menyatu menciptakan keindahan tersebut. Semua keindahan sungai citarik tersebut di maksimalkan dengan baik oleh pengelola Arus Liar.

Terletak sekitar 30 KM arah selatan Sukabumi dan tak jauh dari pusat kota Pelabuhan Ratu dapat dicapai melalui tol jagorawi ke arah Ciawi-Sukabumi kemudian melewati pasar Cicurug, terminal Parung Kuda, dan belok ke arah jalan raya Cikidang. Setelah menemukan Cikidang, aktivitas selanjutnya dalam mencapai Arus Liar akan sangat mudah, yaitu dengan melaju lurus mengikuti jalan utama sampai menemukan billboard "Arus Liar".

Pohon-pohon besar di pinggiran jalan, bunga-bunga beserta kebun warga yang bersebelahan satu dan lainnya menjadi suguhan kami yang seolah melupakan buruk dan terjalnya jalanan menuju tempat wisata (mungkin sekarang udah bagus). Selain banyak tikungan tajam, jalan menuju Arus Liar pun tidak lebar, padahal jalan di lalui oleh dua arah. Tidak terburu-buru dan berkendara dengan hati-hati akan sangat membantu dalam mengurangi risiko mengalami kecelakaan.

saat sang EO sibuk mproses administrasi, kita narsis dulu bentar.

Setelah melewati wisata Kaki Gunung, maka hanya 50 meter dari sana kami pun menemukan tempat yang dituju. Sesampainya disana, kami langsung di sambut oleh para instruktur arung jeram yang sangat ramah. Lahan parkir cukup luas, kendaraan pun terjamin keamanannya. Selanjutnya sambil menghirup udara segar disana, kami dipandu menuju ke tempat reservasi untuk melunasi perihal administrasi, kemudian mengisi form asuransi jiwa untuk mengantisipasi jika sesuatu hal buruk menimpa kita saat ber-arung jeram, deg-degan nih berarung jeram kae di pelm-pelm untuk pertama kalinya :D .

Segera setelah itu kami ganti pakaian dengan kostum arung jeram dan menuju ke tempat perlengkapan rafting seperti dayung, pelindung kepala (helmet), dan pelampung. Tak lupa pihak Arus Liar nyediain dry bag untuk nyimpen peralatan yang akan dibawa saat ber-arung jeram.

setelah berpakaian tempur, gak lupa mejeng lagi

Kalo ngambil paket rafting sejauh 4 KM, starting point rafting adalah di tempat menggunakan perlengkapan rafting. Namun karena kami mengambil paket rafting 8 KM (two hours rafting), maka starting point lebih jauh lagi. Sebuah truk terbuka digunakan untuk membawa kami ke starting point. Pegangan yang kenceng karena sepanjang perjalanan menuju starting point kondisi jalannya terjal dan berbatu.

Sampailah kami di starting point yang ditempuh dalam waktu kurang lebih 15 menit. Perahu atau boat bisa diisi oleh 5-6 orang (tidak termasuk instruktur). Sebelum meluncur kami diberikan pengarahan oleh instruktur, antara lain bagaimana menghindari bebatuan jika kita terjatuh, cara menyelamatkan teman yang terjatuh, dan terakhir diberikan beberapa instruksi seperti dayung kanan, mundur, stop, pindah kiri/kanan, dan boom yang mengharuskan kita untuk menunduk jika ada pohon melintang atau benda yang membahayakan dihadapan kita.

Dengan di iringi doa, meluncurlah rombongan yang terbagi menjadi tiga boat, menandai dimulainya perjalanan mengarungi sungai citarik. Semakin ke bawah mengarungi sungai, maka arus akan semakin "galak" dan adrenalin akan lebih dipacu. Setiap jeram memiliki nama dan setiap melewati jeram, instruktur tak lupa menceritakan asal muasal nama tersebut diberikan. Selain di suguhi oleh seru nya jeram, instrukturnya pun sangat seru karena selalu membuat kejutan dengan misalnya menabrakkan boat ke bebatuan sehingga membuat kami terpental dari posisi mendayung, dan kejutan lainnya yang membuat kami tertawa bahagia.

Kalo didepan terdapat bebatuan yang besar dan arusnya cukup kuat, kami diperintahkan untuk mendayung lebih kenceng sehingga boat akan terbawa arus dengan lancar. Dikit aja instruktur salah ngasih instruksi, maka boat bisa saja tersangkut di atas bebatuan, seperti yang dialami oleh boat yang ditumpangi rekan saya. Kalo dah gitu, maka boat rekan lainnya akan berhenti sejenak menunggu boat yang tersangkut tersebut terbebas. Karena dalam satu kloter, jarak antara satu boat dengan yang lainnya gak akan terlalu jauh. Ini di maksudkan supaya kalo ada masalah di salah satu boat, maka boat yang ada didekatnya bisa ngasih bantuan, karena di salah satu boat terdapat satu orang petugas medik.

Selain itu ada kebiasaan setelah berhasil "mengalahkan" jeram yang liar, kami melakukan selebrasi tos arung jeram, yaitu dengan berteriak sekencang-kencangnya sambil mengangkat dayung ke atas, niscaya beban pikiran atau kepenatan akan lenyap seketika.

Di jeram tertentu kita menemukan sesuatu yang menarik, seperti biawak sedang menyusuri sisi sungai, anak-anak kecil yang sedang bermain air, masyarakat sekitar yang sedang memancing ikan disungai, seorang bapak yang melintasi sungai sambil memikul hasil tani, sampai lokasi penginapan Arus Liar yang sangat unik, dimana penginapan tersebut terbuat dari tembikar dan tidak ada arus listrik.

Untuk mengabadikan momen, maka di titik tertentu kita di bidik oleh fotografer Arus Liar, gak lupa kami pasang pose terbaik :mrgreen: . Di bagian sungai yang tenang, kita bisa rehat sejenak untuk menyelam dan berenang. Beristirahat di KM ke-3 selama lima menit dan tak lupa meminum minuman segar yang disediakan Arus Liar.

Sisa jarak yang harus ditempuh 5 KM. Kurang lebih di KM ke-6 ada arus sungai yang unik. Saat mencapai arus yang tenang, cobalah untuk keluar dari boat dan merebahkan diri di sungai. Aliran sungainya bergerak memutar, sehingga meskipun kita merebahkan diri, arus sungai tidak akan membawa kita ke bawah, melainkan bergerak memutar ke atas seperti membentuk lingkaran.

Total jeram yang kita "taklukkan" berjumlah 15 dengan nama yang sangat unik seperti ada jeram TVRI, yang dinamakan karena ada karyawan TVRI pernah terjatuh di jeram tersebut, kemudian ada jeram ranting, jeram Bali, jeram zig zag karena membuat boat kami bergerak zig-zag, dan lain-lain Lalu tibalah kami di jeram terakhir, jeram Duren.

jeram terakhir, abadikan dengan sentuhan kamera

Setelah lelah mengarungi sungai, kami beristirahat selama sepuluh menit sambil menikmati kelapa muda yang segar, terasa nikmat sekali. Selanjutnya kami kembali ke camp Arus Liar menggunakan mobil. Setelah membersihkan diri, kami diberikan hidangan makanan khas sunda dengan ditemani oleh foto-foto pada saat rafting yang ditampilkan di layar berukuran besar. Sayangnya untuk membawa pulang softcopy foto-foto tersebut, kita harus membayarnya (ngarep gratisan :D ). Namun bagaimanapun, ber-arung jeram di sungai citarik sangatlah berkesan. Dengan ketinggian arus 70 cm kala itu, sungai yang berhulu di Taman Nasional Gunung Halimun dan bermuara ke laut selatan Pelabuhan Ratu ini berhasil membuat suasana riang dan memacu adrenalin kami, dan kita pun siap untuk melancong lagi ke tempat lain, yippie..^-^

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

ads